Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal <p>Jurnal Bina Cipta Husada: Journal of Health and Science [JBCH] is an open-access journal/article with e-ISSN 1858-4616 which contains research results in the fields of health and science, especially in the fields of midwifery, nursing, medicine, pharmacy, public health, nutrition, medical laboratory technology, pharmacy and science clumps (microbiology, immunology, physiology, biology, molecular biology, parasitology, and toxicology) or other science fields related to health.</p> <p><strong>This Journal Published Twice: In January (Issue 1), and July (Issue 2)</strong></p> <p>This Journal has been indexed by: <strong>Garuda Kemenristek DIKTI, Directory Research Journal Indexing (DRJI), OneSearch PERPUSNAS Indonesia, dan CiteFactor: Academic Scientific Journals. </strong></p> STIKes Bina Cipta Husada en-US Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science 1858-4616 Effectiveness Of Prenatal Yoga And Bl23 Acupressure On Back Pain In Third-Trimester Pregnancy https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/312 <p>Back pain is one of the most common complaints experienced by pregnant women during the third trimester due to physiological and biomechanical changes throughout pregnancy. This condition may reduce maternal quality of life, interfere with daily activities and sleep quality, and affect psychological well-being. Non-pharmacological management is considered the primary approach to reducing back pain during pregnancy, including prenatal yoga and BL23 point acupressure. This study aimed to analyze the effectiveness of a combination of prenatal yoga and BL23 acupressure in reducing back pain among third-trimester pregnant women. This study employed a case study design with a descriptive analytical approach. The research was conducted in Tegalrejo Village, Poncowarno District, in February 2026. The sample consisted of 9 third-trimester pregnant women experiencing back pain, selected using purposive sampling techniques. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. The intervention included prenatal yoga sessions for approximately 30 minutes followed by BL23 point acupressure for 3–5 minutes on each point, administered twice a week for two weeks. Data were analyzed descriptively by comparing pain intensity before and after the intervention. The results showed that before the intervention, 55.6% of respondents experienced moderate pain and 44.4% experienced mild pain. After the intervention, the proportion of respondents experiencing mild pain increased to 66.7%, while moderate pain decreased to 33.3%. These findings indicate that the combination of prenatal yoga and BL23 acupressure effectively reduced back pain intensity among third-trimester pregnant women. In conclusion, the combination of prenatal yoga and BL23 acupressure is effective as a non-pharmacological complementary therapy for reducing back pain in third-trimester pregnant women. This intervention is safe, easy to implement, and may improve maternal comfort and quality of life during pregnancy.</p> Sumarni Sumarni Siti Mutoharoh Juni Sofiana Dinar Binugraheni Lestari Copyright (c) 2026 Sumarni Sumarni, Siti Mutoharoh, Juni Sofiana, Dinar Binugraheni Lestari 2026-07-14 2026-07-14 22 2 1 10 Nurse-Led Digital Self-Management Intervention pada Pasien Penyakit Kronis: Scoping Review terhadap Komponen Intervensi, Outcome Klinis, dan Implikasi Keperawatan Medikal Bedah https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/314 <p>Penyakit kronis masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan karena memerlukan perawatan jangka panjang, kepatuhan terapi, perubahan perilaku, dan pemantauan berkelanjutan di luar rumah sakit. Dalam keperawatan medikal bedah, pasien diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, PPOK, stroke, kanker, dan multimorbiditas sering mengalami hambatan mempertahankan self-management setelah pulang dari fasilitas kesehatan. Digital health memberi peluang bagi perawat untuk memperluas edukasi, monitoring, konseling, dan koordinasi perawatan melalui intervensi digital yang dipimpin perawat. Artikel ini bertujuan memetakan komponen nurse-led digital self-management intervention pada pasien penyakit kronis, mengidentifikasi outcome klinis dan nonklinis, serta merumuskan implikasinya bagi keperawatan medikal bedah. Review disusun dengan pendekatan scoping review berdasarkan Joanna Briggs Institute dan PRISMA-ScR, berfokus pada literatur internasional tahun 2020–2026. Hasil sintesis menunjukkan lima komponen utama dan berbagai outcome positif, meskipun masih terdapat tantangan terkait platform, literasi digital, kesiapan perawat, keamanan data, dan integrasi layanan.</p> <p> </p> Rachmat Susanto Copyright (c) 2026 Rachmat Susanto 2026-07-14 2026-07-14 22 2 11 20 Karakterisasi Senyawa Polifenol Dari Limbah Daun Teh Hijau Varietas Lokal https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/313 <p>Limbah daun teh hijau merupakan salah satu sumber biomassa nabati yang masih menyimpan berbagai metabolit sekunder bernilai tinggi, terutama golongan polifenol. Selama ini pemanfaatan limbah daun teh lebih banyak berfokus pada aspek pengelolaan limbah, sementara potensi kandungan senyawa bioaktif yang tersisa belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik senyawa polifenol yang terkandung dalam limbah daun teh hijau varietas lokal, mengidentifikasi kelompok senyawa dominan yang berperan sebagai komponen bioaktif, serta menelaah potensi manfaat biologisnya berdasarkan temuan ilmiah yang telah dipublikasikan. Kajian dilakukan melalui penelusuran dan analisis berbagai literatur ilmiah yang membahas kandungan fitokimia teh hijau, khususnya senyawa polifenol dari kelompok katekin, epikatekin, epigalokatekin, epikatekin galat, dan epigalokatekin galat sebagai komponen utama penyusun aktivitas biologis teh hijau. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah daun teh hijau masih mengandung fraksi polifenol dalam jumlah yang signifikan sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku alami untuk pengembangan produk kesehatan dan farmasi. Keberadaan senyawa polifenol tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang kuat melalui mekanisme penangkapan radikal bebas, penghambatan stres oksidatif, serta modulasi berbagai jalur biologis yang berkaitan dengan proses inflamasi dan kerusakan sel. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa polifenol teh hijau berpotensi memberikan efek protektif terhadap penyakit degeneratif, gangguan metabolik, penyakit kardiovaskular, serta berbagai kondisi yang berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif. Temuan ini menegaskan bahwa limbah daun teh hijau varietas lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai produk samping perkebunan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang menjanjikan untuk pengembangan bahan alam di bidang farmasi dan kesehatan.</p> Najzwa Yazid Lupis Copyright (c) 2026 Najzwa Yazid Lupis 2026-07-14 2026-07-14 22 2 21 31 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian Asi Ekslusif Pada Ibu : Tinjauan Literatur Kontekstual Di Provinsi Jawa Tengah https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/320 <p>Kegagalan pemberian ASI eksklusif masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan pertumbuhan, infeksi, dan masalah kesehatan pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu berdasarkan sintesis berbagai hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui metode literature review. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang diakses melalui Google Scholar, PubMed, dan portal jurnal nasional terakreditasi. Pemilihan artikel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi berupa artikel yang relevan dengan topik penelitian, dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, menggunakan pendekatan kualitatif atau mixed methods, serta tersedia dalam bentuk full text. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari berbagai hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegagalan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh lima tema utama, yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, kurangnya dukungan keluarga, hambatan yang berkaitan dengan pekerjaan ibu.</p> Fitria Prabandari Sumarni Sumarni Ossie Happina Sari Copyright (c) 2026 Fitria Prabandari, Sumarni Sumarni, Ossie Happina Sari 2026-07-14 2026-07-14 22 2 32 41 Hubungan Dukungan Emosional Keluarga Dengan Kesehatan Mental Dan Perilaku Seksual Remaja Di MTS Darul Hijrah Nw Orong Balu https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/323 <p>Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental dan perilaku seksual akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi pada masa perkembangannya. Salah satu faktor yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental serta membentuk perilaku seksual yang positif adalah dukungan emosional keluarga. Kurangnya perhatian, kasih sayang, komunikasi, dan dukungan dari keluarga dapat meningkatkan risiko gangguan emosional maupun perilaku seksual berisiko pada remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan emosional keluarga dengan kesehatan mental dan perilaku seksual remaja di MTs Darul Hijrah NW Orong Balu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan emosional keluarga, Self Reporting Questionnaire (SRQ) untuk mengukur kesehatan mental, serta kuesioner perilaku seksual remaja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden memiliki dukungan emosional keluarga dalam kategori baik sebanyak 35 responden (67,3%), kesehatan mental dalam kategori sehat sebanyak 39 responden (75,0%), dan perilaku seksual dalam kategori rendah sebanyak 41 responden (78,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan kesehatan mental remaja (p = 0,000) serta terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan perilaku seksual remaja (p = 0,000) sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan kesehatan mental dan perilaku seksual remaja di MTs Darul Hijrah NW Orong Balu. Semakin baik dukungan emosional yang diberikan keluarga, semakin baik kesehatan mental remaja dan semakin rendah kecenderungan perilaku seksual berisiko.</p> Eka Mustika Yanti Dwi Wirasti R. Sudoro Warti Copyright (c) 2026 Eka Mustika Yanti, Dwi Wirasti, R. Sudoro Warti 2026-07-14 2026-07-14 22 2 42 51 Hubungan Berat Badan Bayi Lahir Rendah Dengan Kejadian Hiperbilirubinemia Pada Bayi Baru Lahir https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/321 <p>Hiperbilirubin merupakan kondisi yang sering ditemui pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin dapat mengancam jiwa, jika dibiarkan dapat menembus sistem syaraf dan menyebabkan <strong>kernikterus</strong>, yakni kerusakan otak permanen yang berisiko mematikan, kelumpuhan otak, atau gangguan pendengaran. Prevelensi hiperbilirubinemia ditemukan lebih tinggi pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi lahir rendah dengan hiperbirubinemia. Metode yang digunakan adalah retrospektif atau pengambilan data sekunder dari bulan Desember 2025-Juni 2026 dengan pengambilan <em>Purposive</em> sampling yaitu sebanyak 30 case dan 30 kontrol dianalisis dengan SPSS menggunakan uji Chi-Square. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir rendah dengan hiperbilirubinemia yakni p= 0,037 (&lt;0,05).</p> Esty Budiarti Copyright (c) 2026 Esty Budiarti 2026-07-14 2026-07-14 22 2 52 56 Studi Penerapan Metode Perencanaan dan Pengadaan Dalam Evaluasi Ketersediaan Sediaan Farmasi Apotek X Di Banyumas https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/322 <p>Pengelolaan sediaan farmasi yang efektif merupakan kunci utama dalam menjamin ketersediaan obat dan kualitas pelayanan di Apotek. Ketidaksesuaian antara perencanaan dengan kebutuhan riil dapat memicu kekosongan stok atau penumpukan barang yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode perencanaan dan pengadaan dalam mengoptimalkan ketersediaan sediaan farmasi Apotek X di Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan metode campuran (<em>mixed methods</em>). Data kuantitatif bersumber dari dokumen perencanaan, pengadaan, dan persediaan periode Januari–Juli 2025. Data kualitatif diperoleh melalui observasi sarana prasarana serta wawancara mendalam dengan tenaga kefarmasian. Hasil observasi menunjukkan perencanaan obat dilakukan berdasarkan pola penyakit, konsumsi, budaya, dan kemampuan masyarakat. Pengadaan dilakukan melalui jalur resmi (PBF) dan konsinyasi. Secara administratif, pengelolaan telah sesuai SOP, namun terdapat kendala pada aspek SDM di mana fungsi manajerial sering dijalankan oleh tenaga administrasi saat Apoteker Penanggung Jawab (APJ) berhalangan. Dari aspek sarana, Apotek belum memenuhi standar suhu penyimpanan &lt; 25°C karena keterbatasan sistem pendingin udara (AC). Analisis data <em>fast moving</em> menunjukkan Voltadex dan Kalmethasone sebagai item dengan serapan tertinggi. Perhitungan kebutuhan menggunakan rumus kombinasi pemakaian rata-rata, <em>buffer stock</em> (20%), dan <em>lead time</em> (2 hari). Penerapan metode perencanaan dan pengadaan di Apotek X telah terdokumentasi dengan baik, namun diperlukan perbaikan pada pemenuhan standar fasilitas penyimpanan suhu dingin serta stabilitas kehadiran tenaga teknis kefarmasian untuk menjamin mutu pelayanan.</p> Elni Wijiyanti Siti Asadu Sofiah Kresensia Stasiana Yunarti Copyright (c) 2026 Elni Wijiyanti, Siti Asadu Sofiah, Kresensia Stasiana Yunarti 2026-07-14 2026-07-14 22 2 57 67 Identifikasi Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Kedungwuluh Terhadap Swamedikasi Obat Analgesik https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/317 <p>Swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri tanpa resep dokter yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan, termasuk nyeri. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat analgesik dapat meningkatkan risiko <em>Drug Related Problem</em> (DRP) seperti efek samping, ketergantungan, atau interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi analgesik serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Apotek Kedungwuluh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 125 responden berusia 18–65 tahun yang melakukan swamedikasi analgesik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai aspek indikasi, aturan pakai, efek samping, rute pemberian, bentuk sediaan, dan penyimpanan analgesikKesimpulan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik terkait swamedikasi analgesik, namun edukasi dari tenaga kefarmasian tetap diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.</p> Devi Andiani Putri Edwar Randi Wibowo Copyright (c) 2026 Devi Andiani Putri, Edwar Randi Wibowo 2026-07-14 2026-07-14 22 2 68 78