Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal <p>Jurnal Bina Cipta Husada: Journal of Health and Science [JBCH] is an open-access journal/article with e-ISSN 1858-4616 which contains research results in the fields of health and science, especially in the fields of midwifery, nursing, medicine, pharmacy, public health, nutrition, medical laboratory technology, pharmacy and science clumps (microbiology, immunology, physiology, biology, molecular biology, parasitology, and toxicology) or other science fields related to health.</p> <p><strong>This Journal Published Twice: In January (Issue 1), and July (Issue 2)</strong></p> <p>This Journal has been indexed by: <strong>Garuda Kemenristek DIKTI, Directory Research Journal Indexing (DRJI), OneSearch PERPUSNAS Indonesia, dan CiteFactor: Academic Scientific Journals.</strong></p> en-US Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.22 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Kadar Hemoglobin Dan Indeks Massa Tubuh Pada Remaja Wanita Di SMA IT Al Irsyad https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/295 <p>Anemia menjadi masalah yang serius karena berkaitan dengan imunitas dan komplikasi jangka panjang. Anemia terjadi ketika nilai hemoglobin dan sel darah normal dibawah nilai normal, anemia ditandai dengan menurunnya kapasitas darah dalam membawa oksigen ke jaringan perifer, sehingga menyebabkan kelelahan, kelemahan, pusing, dan sesak napas. Remaja wanita lebih banyak memerlukan zat besi karena mengalami masa menstruasi. Tujuan dari penelitian&nbsp; ini untuk mengetahui kadar hemoglobin dengan metode POCT <em>easy touch</em> dan IMT dengan menghitung tinggi badan dan berat badan. didapatkan hasil yaitu kelompok tidak anemia sebanyak 4 orang (6.7%), kelompok anemia ringan sebanyak 14 orang (23.3%), kelompok anemia sedang sebanyak 37 orang (61.7%) dan kelompok anemia berat sebanyak 5 orang (8.3%) dan umumnya memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang abnormal. Sedangkan IMT dari 15 siswi yang <em>underweight </em>yaitu 14 siswi anemia ringan sampai berat<em>, overweight </em>sebanyak 8 siswi yaitu 7 siswi anemia ringan sampai berat, dan sebanyak 3 siswi yang obesitas dan anemia, berdasarkan uji spearman tidak terdapat hubungan antara hemoglobin dan indeks massa tubuh (r=0.142 dan p=0.279)&nbsp; Masih tingginya kejadian anemia pada remaja, perlu dukungan dari berbagai pihak seperti pemberian suplemen zat besi dan juga penyuluhan tentang anemia.</p> Esty Budiarti Copyright (c) 2026 Esty Budiarti https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/295 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Ekstrak Daun Kemukus (Piper cubeba L) Menggunakan Skrining Fitokimia https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/296 <p>Flavonoid, Fenol dan Kuinon adalah senyawa metabolit sekunder yang ditemukan pada ekstrak daun kemukus (<em>Piper cubeba) </em>yang memiliki fungsi sebagai agen bioaktif. Senyawa ini menunjukan aktivitas farmakologis termasuk sifat antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, dan antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan komposisi fitokimia dalam ekstrak daun kemukus melalui skrining fitokimia.Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun kemukus positif mengandung flavonoid, fenol, dan kuinon. Adanya senyawa sekunder tersebut ditandai dengan perubahan warna, flavonoid ditandai perubahan warna coklat muda, fenol perubahan warna gelap dan kuinon perubahan warna menjadi kuning tua. Temuan ini sesuai dengan penelitian lain yang menunjukan adanya metabolit bioaktif pada daun kemukus. Kehadiran senyawa ini meningkatkan potensi kemukus sebagai sumber bahan bioaktif alami yang dapat dikembangkan menjadi obat herbal</p> Fika Pujiani, Muzzazinah Copyright (c) 2026 Fika Pujiani, Muzzazinah https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/296 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0700 Identifikasi Senyawa Fitokimia Ekstrak Daun Dandang Gendis Clinacanthus nutans (Burm. f) Lindau. di Desa Purwosari Kulon Progo Menggunakan Metode Tube Test https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/297 <p><em>Clinacanthus nutans </em>(Burm. f) Lindau. merupakan tanaman obat Asia Tenggara yang dikenal kaya akan kandungan metabolit sekundernya dan memiliki beragam aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia golongan kuinon, flavonoid dan fenol pada ekstrak daun <em>Clinacanthus nutans </em>menggunakan metode tube test. Sampel daun diperoleh dari Desa Purwosari, Kulon Progo, Yogyakarta. Pengujian dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi KOH untuk uji kuinon, reaksi Shinoda untuk uji flavonoid, dan pereaksi kalium dikromat 1% untuk uji fenol. Hasil skrining menunjukkan reaksi positif (++), ditandai dengan perubahan warna pada masing-masing uji yaitu kuning-merah pada kuinon, merah-jingga pada flavonoid, dan warna gelap pada fenol. Adanya hasil positif mengindikasi bahwa daun <em>Clinacanthus nutans </em>mengandung metabolit sekunder penting yang berperan dalam aktivitas farmakologis.</p> Ita Yusdalena, Muzzazinah Copyright (c) 2026 Ita Yusdalena, Muzzazinah https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/297 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Status Imunisasi Dan Kunjungan Posyandu Dengan Kesehatan Balita https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/293 <p>Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam mencegah penyakit menular pada anak. Namun, rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Desa Simpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dan kunjungan posyandu dengan status kesehatan balita di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, melibatkan 32 balita yang dipilih melalui teknik <em>cluster sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data uji <em>Chi-Square</em> digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status imunisasi tidak lengkap (50%), rutin berkunjung ke posyandu (68,7%), dan berada dalam kondisi tidak sakit (78,1%). Uji<em> Chi-Square</em> menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status imunisasi dengan kesehatan balita (p = 0,007). Sebaliknya, kunjungan posyandu tidak berhubungan signifikan dengan kesehatan balita (p = 0,089). Dapat disimpulkan bahwa kelengkapan imunisasi berperan penting dalam menjaga kesehatan balita, sedangkan kunjungan posyandu belum menunjukkan hubungan signifikan pada penelitian ini, meskipun secara deskriptif tetap berkontribusi pada pemantauan tumbuh kembang anak. Upaya peningkatan cakupan imunisasi dan optimalisasi fungsi posyandu perlu diperkuat untuk meningkatkan derajat kesehatan balita</p> Nur Putri Erdianti, Dwi Puji Astuti, Aisyah Putri Pratiwi, Deti Nurtika, Intan Puspita Dewi, Tri Utami Fitria Copyright (c) 2026 Nur Putri Erdianti, Dwi Puji Astuti, Aisyah Putri Pratiwi, Deti Nurtika, Intan Puspita Dewi, Tri Utami Fitria https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/293 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Higiene Dan Sanitasi Terminal Bulupitu Purwokerto https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/298 <p>Terminal sebagai fasilitas umum memiliki potensi tinggi terhadap penularan penyakit apabila kondisi higiene dan sanitasinya tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Terminal Bulupitu Purwokerto merupakan salah satu terminal utama di Kabupaten Banyumas dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi higiene dan sanitasi di Terminal Bulupitu Purwokerto berdasarkan standar kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan pengukuran lingkungan meliputi ketersediaan air bersih, sanitasi toilet, pengelolaan sampah, saluran pembuangan air limbah, dan kondisi lingkungan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi higiene dan sanitasi Terminal Bulupitu Purwokerto masih belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kesehatan, terutama pada aspek kebersihan toilet, pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah. Diperlukan upaya peningkatan pengelolaan sanitasi secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan bagi pengguna terminal.</p> Nuansa Dwika Aulia Copyright (c) 2026 Nuansa Dwika Aulia https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/298 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Karakteristik Ibu Nifas Dengan Keikutsertaan Keluarga Berencana Pasca Salin https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/299 <p>Mengurangi angka kelahiran berisiko tinggi dan menghindari kehamilan adalah dua cara agar pelayanan keluarga berencana pascapersalinan yang efektif dapat menurunkan angka kematian ibu. Menurut data lapangan, masih terdapat 1.340.044 peserta keluarga berencana pascapersalinan. Pada tahun 2023, sebanyak 13.849 individu (67,0%) tercakup oleh keluarga berencana pascapersalinan, dibandingkan dengan 74,4% peserta keluarga berencana aktif di Kabupaten Banyumas. Pada tahun 2024, sebanyak 736 ibu melahirkan di Puskesmas Purwokerto Selatan, dengan 370 partisipasi keluarga berencana pascapersalinan (50,3%). Target 80% belum tercapai dalam jumlah peserta keluarga berencana pascapersalinan. Usia, paritas, pendidikan, pengetahuan, sikap, dan karakteristik lainnya semuanya berpengaruh terhadap partisipasi keluarga berencana pascapersalinan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan bersifat analitis. Partisipasi keluarga berencana pascapersalinan merupakan variabel dependen dalam penelitian ini, sedangkan usia, paritas, dan pendidikan merupakan variabel independen. Populasi penelitian terdiri dari 61 ibu pascapersalinan yang, pada Juni 2025, telah menyelesaikan 42 hari perawatan pascapersalinan. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel total. Analisis chi-square dan analisis deskriptif digunakan dalam analisis. Menurut temuan penelitian, persentase terbesar ibu tidak menggunakan KB pascapersalinan (63,9%), kelompok usia terbesar adalah ibu hamil dan multipara (68,9%), dan tingkat pendidikan tertinggi adalah pendidikan menengah (54%). Di wilayah pelayanan Puskesmas Purwokerto Selatan di Kabupaten Banyumas, terdapat korelasi antara pendidikan dan partisipasi KB pascapersalinan, tetapi tidak ada korelasi antara usia dan paritas.</p> Tri Anasari Copyright (c) 2026 Tri Anasari https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/299 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Gambaran Perilaku Makan Ikan Pada Balita Di Gambarjati Desa Adisara https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/300 <p>Ikan merupakan sumber utama nutrisi penting, termasuk asam lemak omega-3, vitamin D, yodium, dan protein berkualitas tinggi, yang vital untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat selama masa kanak-kanak (Haskell, 2021). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi internasional lainnya merekomendasikan agar bayi mulai mengonsumsi ikan antara usia 6 dan 9 bulan dan terus mengonsumsinya secara teratur sekali seminggu (WHO, 2023). Namun, terdapat sedikit variasi di antara pedoman mengenai kuantitas dan frekuensi konsumsi ikan untuk anak-anak.&nbsp;Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), Angka rata-rata konsumsi ikan per kapita global cenderung meningkat, dengan perkiraan data terbaru menunjukkan sekitar 20,5 kilogram per orang per tahun. Tujuan dari penelitian ini mengetahui perilaku makan ikan balita di Desa Adisara.&nbsp; Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan design cross sectional&nbsp; yang dilaksanakan di Desa Adisara pada Bulan November tahun 2025. Penelitian ini dilakukan di wilayah Desa Adisara sebagai sentra pengolahan ikan di wilayah Banyumas kerena sebagian warga masyarakat ber mata pencaharian sebagai pengelola ikan dan penjual ikan laut yang mengisi di sebagian pasar di wilayah Kabupaten Banyumas. Populasi adalah semua ibu balita di Desa Adisara sebanyak 152 orang. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan pendekatan <em>cluster sampling </em>diperoleh sampel sejumlah 45 orang. Sehingga berdasarkan hasil kuesioner tersebut diperoleh perilaku makan ikan pada balita cenderung&nbsp; kurang yaitu pada bagian pertanyaan frekuensi 1-3 kali dan seminggu dan salah satunya juga didukung dengan kurangnya informasi tentang potensi alergen dan kekhawatiran terhadap kontaminan. Hal tersebut juga didukung dengan pengenalan terhadap ikan pada balita mayoritas ibu memilih di usia lebih dari 12 bulan, salah satunya berhubungan dengan faktor informasi kekhawatiran yang telah dibahas. Sehingga perlu adanya edukasi khusus terkait masalah tersebut, untuk dapat meningkatkan kuantitas makan ikan pada balita di Desa Adisara. Perlu adanya intervensi untuk meningkatkan hal tersebut.</p> Khusnul Khotimah Copyright (c) 2026 Khusnul Khotimah https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/300 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Analisis Status Gizi Terhadap Hasil Pemeriksaan GDS Pada Remaja SMA Purwokerto https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/301 <p>Indonesia saat ini memiliki 3 permasalahan gizi (triple burden) yaitu stunting/wasting, obesitas dan kekurangan gizi mikro (anemia). Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 di temukan IMT remaja usia 13 – 15 tahun 1,9% masuk dalam kategori kurang, 76,1% normal, 12,1% overweight, dan 4.1% obesitas. Survey yang sama di Provinsi Jawa Tengah ditemukan&nbsp; 5,7% masuk dalam kategori kurang, 77,6% normal, 11,5% overweight, dan 3,7% obesitas. Pengukuran di Tingkat Kabupaten Banyumas ditemukan ada 2,1% remaja yang overweight. Indeks massa tubuh diatas batas normal berpotensi memicu terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah atau lebih dikenal dengan terjadinya diabetes mellitus. Pada penderita obesitas, diabetes mellitus yang sering dialami adalah diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional, yaitu mencari hubungan antara indeks masa tubuh dengan kadar gula darah pada remaja di Purwokerto. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di Purwokerto sejumlah 209. Analisis yang digunakan adalah spearman rank. Hasil penelitian menujukan bahwa mayoritas status gizi remaja adalah pada indeks masa tubuh 28 (obesitas 1) dan kadar gula sewaktu diangka 113 (normal). Hasil penelitian menujukan bahwa mayoritas status gizi remaja adalah pada indeks masa tubuh 28 (obesitas 1) dan kadar gula sewaktu diangka 113 (normal). Hasil analisis spearman rank diketahui ada hubungan antara status gizi dan kadar gula sewaktu pada remaja di Purwokerto dengan nilai p = 0,000 (&lt; dari α 0.05) dengan keeratan hubungan lemah (0,246). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dan kadar gula darah sewaktu pada remaja di Purwokerto sehingga masalah status gizi harus menjadi perhatian serius pada remajadi Purwokerto sehingga masalah status gizi harus menjadi perhatian serius pada remaja.</p> Yuli Trisnawati Copyright (c) 2026 Yuli Trisnawati https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/301 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Rasionalitas Peresepan dan Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi Poli Saraf https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/302 <p>Epilepsi merupakan gangguan neurologis kedua tertua setelah stroke yang memerlukan terapi jangka panjang dengan Obat Antiepilepsi (OAE). Penggunaan OAE harus rasional untuk mencegah efek samping dan mencapai tujuan terapi yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi rasionalitas peresepan dan penggunaan OAE pada pasien epilepsi poli saraf di RSU Aghisna Medika Sidareja periode Juli-Oktober 2024. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data yang diambil dari rekam medik pasien epilepsi poli saraf. Evaluasi meliputi skrining administrasi, farmasetik, dan klinis, pola penggunaan OAE, serta rasionalitas berdasarkan parameter 4T (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 189 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan (57,7%) dengan kelompok usia terbanyak adalah dewasa (20-44 tahun) sebesar (67,2%). Skrining resep menunjukkan kelengkapan kategori administrasi pada nama pasien (100%) dan kategori farmasetik pada nama obat (100%). Evaluasi rasionalitas menunjukkan ketepatan indikasi, pasien, dan obat sebesar 100%, sedangkan ketepatan dosis sebesar (92,1%). Monoterapi paling banyak digunakan adalah phenytoin (56,6%), sedangkan politerapi terbanyak adalah kombinasi phenytoin dan divalproex sodium (12,2%). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu peresepan dan penggunaan OAE poli saraf di RSU Aghisna Medika Sidareja umumnya sudah rasional, namun masih terdapat ketidaktepatan dosis pada sebagian resep.</p> Fara Rosvita, Anwar Rosyadi, Edwar Randi Wibowo, Devi Andiani Putri Copyright (c) 2026 Fara Rosvita, Anwar Rosyadi, Edwar Randi Wibowo, Devi Andiani Putri https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/302 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0700