FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT AGHISNA KROYA TAHUN 2022

Authors

  • Dyah Fajarsari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Cipta Husada
  • Artathi Eka Suryandari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Cipta Husada

Abstract

Angka kematian ibu yang disebabkan ketuban pecah dini (KPD) di Indonesia berkisar 4,5% sampai 7,6% dari seluruh kehamilan. Faktor penyebab terjadinya KPD belum diketahui dengan pasti. Penelitian Deskriptif analitik yang merupakan case control study dimana subyek penelitian merupakan semua ibu bersalin dengan KPD sebanyak 143 orang dan ibu bersalin normal sebagai kelompok kontrolnya sebanyak 143 orang. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan distribusi frekuensi pada analisa univariatnya dan untuk analisa bivariatnya menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu bersalin di RSU Aghisna Kroya dalam usia reproduksi sehat yaitu 75,87%; mempuyai paritas multipara yaitu 62,59%; dalam usia kehamilan aterm yaitu 69,23%; tidak mempunyai penyulit yaitu 61,89% dan berdasarkan factor-faktor resiko yang mempunyai pengaruh kepada kejadian KPD adalah faktor usia kehamilan (p: 0,003) dan faktor Penyulit kehamilan (p: 0,001), sedangkang faktor risiko yang tidak berpengaruh adalah faktor usia ibu (p: 0,407) dan faktor paritas ibu (p: 0,619)

References

Alim, Z. dan Y. A. S. (2015). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil Trimester III di Rumah Sakit Bantuan Lawang. Jurnal Hesti Wira Sakti, 4, no.1.,(1), 101–109

Cunningham, F Gary, dkk. (2010).Obstetri Williams edisi 1 dan 2. Jakarta: EGC.

Maharrani, T., & Nugrahini, E. (2017). Hubungan Usia, Paritas Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Jagir Surabay. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, VIII(2), 102–108

Mochtar, R. (2012). Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi. Edisi III. Jakarta: EGC.

POGI (2016) Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Ketuban Pecah dini. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Himpunan Kedokteran Feto Maternal

Popowski et al. (2011).Maternal markers for detecting early-onset neonatal infection and chorioamnionitis in cases of premature rupture of membranes at or after 34 weeks of gestation: a two-center prospective Study. BMC Pregnancy and Childbirth. 2011, 11:26

Rukiyah Ai Yeyeh, (2019) Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal: CV Trans Info Media-Jakarta

Safari. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu melahirkan di rumah sakit umum H. Abdul Manan Simatupang. Jurnal Wahana Inovali. Vol 6. No 2 Juli-Des 2017 ISSN: 2089-8592. Penelitian.uisu.ac.id

Saifudin, A. B. (2017). Ilmu Kebidanan EdisiKeempat Cetakan Ketiga. Jakarta: YBPSP

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan :Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sukarni. (2015). Kehamilan,persalinan,dan nifas.Jakarta: Medical

Varney, H. (2008). BukuAjar Asuhan KebidananVol 1. Jakarta: EGC

WHO. (2017). Pelayanan Kesehatan Maternal. Jakarta: Media Aesclapius press

Wulandari, E. (2016). Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Melahirkan di RSUD Tugurejo Semarang. . Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang.

Downloads

Published

2024-02-19

How to Cite

Fajarsari, D., & Suryandari, A. E. . (2024). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT AGHISNA KROYA TAHUN 2022 . Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science, 20(1), 115–124. Retrieved from http://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/142