Analisis Status Gizi Terhadap Hasil Pemeriksaan GDS Pada Remaja SMA Purwokerto
Keywords:
Status Gizi, GDS, RemajaAbstract
Indonesia saat ini memiliki 3 permasalahan gizi (triple burden) yaitu stunting/wasting, obesitas dan kekurangan gizi mikro (anemia). Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 di temukan IMT remaja usia 13 – 15 tahun 1,9% masuk dalam kategori kurang, 76,1% normal, 12,1% overweight, dan 4.1% obesitas. Survey yang sama di Provinsi Jawa Tengah ditemukan 5,7% masuk dalam kategori kurang, 77,6% normal, 11,5% overweight, dan 3,7% obesitas. Pengukuran di Tingkat Kabupaten Banyumas ditemukan ada 2,1% remaja yang overweight. Indeks massa tubuh diatas batas normal berpotensi memicu terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah atau lebih dikenal dengan terjadinya diabetes mellitus. Pada penderita obesitas, diabetes mellitus yang sering dialami adalah diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional, yaitu mencari hubungan antara indeks masa tubuh dengan kadar gula darah pada remaja di Purwokerto. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di Purwokerto sejumlah 209. Analisis yang digunakan adalah spearman rank. Hasil penelitian menujukan bahwa mayoritas status gizi remaja adalah pada indeks masa tubuh 28 (obesitas 1) dan kadar gula sewaktu diangka 113 (normal). Hasil penelitian menujukan bahwa mayoritas status gizi remaja adalah pada indeks masa tubuh 28 (obesitas 1) dan kadar gula sewaktu diangka 113 (normal). Hasil analisis spearman rank diketahui ada hubungan antara status gizi dan kadar gula sewaktu pada remaja di Purwokerto dengan nilai p = 0,000 (< dari α 0.05) dengan keeratan hubungan lemah (0,246). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dan kadar gula darah sewaktu pada remaja di Purwokerto sehingga masalah status gizi harus menjadi perhatian serius pada remajadi Purwokerto sehingga masalah status gizi harus menjadi perhatian serius pada remaja.






