Hubungan Berat Badan Bayi Lahir Rendah Dengan Kejadian Hiperbilirubinemia Pada Bayi Baru Lahir
Keywords:
Bayi baru lahir, BBLR, HiperbilirubinemiaAbstract
Hiperbilirubin merupakan kondisi yang sering ditemui pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin dapat mengancam jiwa, jika dibiarkan dapat menembus sistem syaraf dan menyebabkan kernikterus, yakni kerusakan otak permanen yang berisiko mematikan, kelumpuhan otak, atau gangguan pendengaran. Prevelensi hiperbilirubinemia ditemukan lebih tinggi pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi lahir rendah dengan hiperbirubinemia. Metode yang digunakan adalah retrospektif atau pengambilan data sekunder dari bulan Desember 2025-Juni 2026 dengan pengambilan Purposive sampling yaitu sebanyak 30 case dan 30 kontrol dianalisis dengan SPSS menggunakan uji Chi-Square. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir rendah dengan hiperbilirubinemia yakni p= 0,037 (<0,05).
References
Armatheina, P. F., Suryawan, I. W. B., & Indrawan, I. G. D. K. (2023). Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Kejadian Hiperbilirubinemia Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar. Sari Pediatri, 25(1), 22-28.
Ayu, Gusti, Candra Manika, Kristina Dewi, And Ananta Fittonia Benvenuto. 2026. “Ikterus Neonatorum Di Rsud Provinsi Nusa Tenggara Barat.” 03(01): 39–45.
Hidayah, Fitri, Fitriani Nur Damayanti, Novita Nining Anggraini, And Dewi Puspitaningrum. 2023. “Kejadian Hiperbilirubinemia Pada Neonatus Di Ruang Neonatal Risiko Tinggi Rsu Islam Harapan Anda.” : 83–91.
Jaya, A Muh Akbar, And Henny Fauziah. 2021. “Hubungan Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR ) Dengan Hiperbilirubinemia Di Rumah Sakit Wilayah Kota Makassar Periode Januari-Desember Tahun.” 6(2): 130–36.
Lamdayani, R., Angeriani, R. Dan Nopia, E. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hiperbilirubinemia Pada Bayi Baru Lahirsusanti, Sri, Novita Mansoben, And Dirgantari Pademme. 2022. “Jurnal Keperawatan Medika Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Neonatus.” 1(1): 35–40.
Sulastini Ni Wayan Dan Ilmiah Widhia Shofa. 2025 Ilmu, Jurnal, Kebidanan Journal, Hiperbilirubinia Di, And Puskesmas Bongo.. “Al-Insyirah Midwifery.” 14: 104–12.
Susanti S, Mansoben N, Pademme D. 2022. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Neonatus.
Yasadhipura, Christal Conchita I Wayan Bikin Suryawan1 , Anak Agung Made Sucipta. 2023. “Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Kejadian Hiperbilirubinemia Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar.” 25(133): 15–19






